ASAL USUL HARI
Setelah adanya alam maka diciptakan manusia untuk menjaga alam seisinya, dalam perjalanan manusia mengenal namanya Waktu yaitu siang dan malam, kadang juga disebut Siang hari dan malam hari, nah sebenarnya apa yang dinamakan hari ? hari adalah pergeseran matahari yang dinamakan Surya sengkala,
biasanya hari itu dimulai dari jam 3 sore samapi ketemu hari berikutnya lagi jam 3 sore atau dalam waktu 24 jam dalam surya sengkala.
Hari itu berjumalah 7 dan pasaran itu berjumlah 5, sebelum ada nama hari seperti, Minggu senin selasa rabu kamis jumat sabtu, terlebih dahulu ada hari yang sekarang disebut Pasaran yaitu Legi Pahing Pon Wage Kliwon Legi.
Jadi lebih tua Pasaran 5 dari pada hari yg 7 itu, Lalu Siapa yang menciptakan hari, yang menciptakan hari adalah Seorang Maha resi yang sangat Sakti kemampuanya,
yaitu Resi Radi, Resi radi menciptakan Pasaran atau 5 yang nama Aslinya adalah Pethakan=Cahaya putih, yng sekarang namanya Legi,
kemudian Jenehan =Cahaya Kuning yg sekarang namanya Pahing, Lalu Abrritan/abrit=Cahaya Merah yg sekarang namanya Pon,
Kemudian Cemengan/Cemeng=Cahaya Hitam yang sekarang namanya Wage, Kemudian yang terakhir namanya Manca warna/Cahaya lima warna yang sekarang namanya Kliwon.
Kelima hari ini menjadi hari yang baku pada saat itu,dan Lima hari yang sekarang disebut Pasaran itu berjalan hingga 288 tahun, kemudian Ada seorang Empu yang tidak kalah saktinya dengan Resi Radi, menciptakan Hari 7 utk melengkapi hari lima yg sdh ada, Hari 7 itu disebut Sapta wara, sedangkan Hari Lima yg sudah ada menjadi Panca wara.
Sapta artinya = 7 Wara = itu wicalan /wilangan/Petung, sedangkan Panca wara, Panca artinya = Lima. Wara artinya = Wicalan/wilangan/ petung, yang sekarang terkenal dengan nama Dina Pitu Pasaran Lima, itu berasal dari sapta wara dan Panca wara.
Empu itu bernama Empu Ubayun, Empu Ubayun Mangening atau Semedi tujuh hari tujuh malam mohon petunjuk kepada Gusti yang menciptakan Jagad raya ini agar diberikan Wangsit Gaib untuk melengkapi Panca wara.
Dalam Semedinya hari pertama Empu Ubayun mendapat petunjuk nama hari yaitu Radite yang sekarang menjadi Minggu, malam yang kedua mendapatkan Nama Soma yg sekarang menjadi Senin, malam ketiga mendapatkan nama Anggara yg sekarang menjadi Selasa, malam yg ke empat mendapatkan nama Budda yg sekarang menjadi Rabu, malam yang ke lima mendapatkan nama Respati yg sekarang menjadi Kamis, malam yang ke enam mendapatkan nama Sukra, yang sekarang menjadi Jumat, dan malam yg ke tujuh mendapatkan nama Tumpak yang sekarang menjadi Sabtu.
Pada malam berikutnya Empu Ubayun menetapkan Sapta wara menjadi dina Pitu, kemudian di gabungkan dengan Panca wara atau Pasaran Lima, Menjadi Dina Pitu Pasaran Lima.
Jika Dina Pitu Pasaran Lima ini kita Ungkap semuanya mempunyai Pengertian yang sangat Luhur, karena berkaitan dengan Badan manusia. Nah hari tujuh dan pasaran Lima itu mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa,
karena Hari mempunyai Naptu Pasaran Juga mempunyai Naptu, apa Naptu itu? Naptu adalah Sifat dari hari dan Pasaran itu sendiri.
Maka dengan adanya Naptu itu biasanya orang Jawa kalau mempunya Niat yang Sakral sprt Menikahkan anaknya atau Membangun rumah, Mendirikan Usaha, Dll.
pasti dicari hari dan pasaran yang terbaik, agar terhindar dari mara bahaya. Disini gunanya Petung Jawa karena semua berkaitan dengan perjalanan hidup yang akan dilaluinya. Jangan pernah Nerak /nabrak Waler Sengker, Waler itu Pepalang, Sengker itu Larangan, maka jgn Nabrak Waler sengker, Pasti akan di Thilang oleh Alam. Karena apa yg saya sampaikan ini berhubungan dengan Alam.